Admin
02 Januari 2026
KEJAKSAAN NEGERI BLORA
Para guru di Kabupaten Blora yang mengikuti pendidikan profesi guru (PPG) oleh Kementerian Agama (Kemenag) tahun anggaran 2025, dijadwalkan mendapatkan tunjangan profesi guru (TPG) pada tahun anggaran 2026. "Yang sudah lulus tahun 2025, baru dianggarkan tahun 2026," ujar Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penma) Kemenag Blora, Ahmad Imam Saifudin Zuhri, Kamis, 1 Januari 2025. Terkait mekanisme pencairan, Imam mengatakan prosesnya akan digabung dalam satu kali pencairan, setelah tahapan persyaratan pencairan selesai semua. "Biasanya di bulan ke 3 atau 4, semoga lancar semuanya," sambungnya.
Sementara itu, salah satu peserta PPG Kemenag batch 2 tahun 2025, Ari, mengatakan saat ini hasil dari PPG itu telah memunculkan nomer registrasi guru (NRG). Dimana sebelumnya pihaknya baru mendapatkan sertifikat pendidik. "Infonya yang saya dapat itu TPG sudah terhitung sejak Januari tahun ini," katanya. Lebih lanjut, ia juga menyebutkan bahwa pencairan akan dilakukan pada Maret atau April 2026, dengan sistem rapel atau sekali pencairan. "Beberapa syarat itu harus saya penuhi. Baik dari 24 jam tatap muka, mapel yang linier dari PPG, hingga absensi yang tidak boleh lebih dari 3 kali," terangnya.
Sebagai informasi tambahan, sepanjang 2025, Kementrian Agama menggelar PPG sebanyak 4 kali. Momentum tersebut menjadi angin segar untuk para guru madrasah, pasalnya PPG tersebut menjadi syarat untuk mendapatkan TPG dari pemerintah pusat. Lebih lanjut, per awal bulan November atau pembukaan PPG batch 4, Kemenag Blora mencatat masih ada 1054 dari 2053 guru yang belum tersertifikasi. Guru yang belum bersertifikat itu tersebar di 233 madrasah, baik dari RA hingga Madrasah Aliyah. Rincian guru madrasah yang belum tersertifikasi tersebut yakni RA sebanyak 192 tenaga pendidik, lalu MI 395 tenaga pendidik, MTs 375 pendidik, terakhir MA 91 tenaga pendidik.