Admin
02 Januari 2026
KEJAKSAAN NEGERI BLORA
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora masih akan terus berjuang agar rute Trans Jateng bisa sampai ke Blora. Pasalnya, diketahui pada 2025 ini Dinas Perumahan Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora, telah melakukan berbagai upaya agar hal tersebut dapat terwujud. Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ), Dinrumkimhub Blora, Sunyoto, mengatakan sudah beberapa kali mengusulkan penambahan rute Trans Jateng agar sampai ke Blora. Usulan itu ditujukan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Namun sayang, usaha tersebut belum berhasil. "Kami sudah beberapa kali mengusulkan agar Trans Jateng sampai ke Blora. Yang pertama itu, Maret 2025, itu kami sudah mengajukan surat permohonan untuk bus Trans Jateng agar bisa ditarik dari Godong sampai ke Blora. Karena ada batasan maksimal adalah 50 kilometer untuk Trans Jateng itu kita usahakan sampai ke Kunduran dulu. Itu dengan surat Pak Bupati Maret 2025 kita sudah mengajukan ke provinsi," jelasnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (31/12/2025)
Lebih lanjut, menurutnya usulan tersebut belum disetujui oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. "Sayangnya, usulan yang pertama itu belum disetujui. Sebab kalau dari wilayah Godong ke Blora itu bukan masuk wilayah pengembangan pembangunan Kedungsepur. Tapi kita masuk di wilayah pengembangannya adalah Banglor (Rembang-Blora). Sehingga secara normatif itu kita sulit untuk mendapatkan Transjateng sampai ke Blora," jelasnya. Pihaknya, tidak putus asa agar Trans Jateng bisa sampai ke Blora. Dinrumkimhub telah mengusulkan kembali ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk kedua kalinya, di bulan Oktober 2025.
Hal itu setelah, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, saat berkunjung di Blora menyatakan bahwa rute Trans Jateng berpotensi ditarik sampai ke Blora. "Yang kedua, kami mengajukan lagi itu bulan Oktober 2025. Di mana saat itu Pak Gubernur rawuh ke Blora dalam rangka pameran inovasi yang di Kridosono, kemudian dari media menanyakan Pak Gubernur untuk Transjateng apakah bisa ke Blora. Dijawab Pak Gubernur bisa. Akhirnya malam itu kita dihubungi oleh pihak Provinsi, terkait pengajuan Trans Jateng. Kami usulkan lagi," jelasnya. Kendati demikian, Sunyoto menyampaikan sampai akhir Desember 2025, belum ada kabar baik terkait Trans Jateng tersebut. "Sampai dengan sekarang kita belum tahu realisasinya, tapi akan kita segera tanyakan lagi kepastiannya apakah bisa segera direalisasikan atau tidak," jelasnya.
Sunyoto menegaskan, jika Trans Jateng bisa sampai ke Blora bakal banyak manfaatnya untuk masyarakat Blora. "Jika Trans Jateng bisa sampai ke Blora, banyak sekali manfaatnya, karena angkutan bersifat umum banyak yang menggunakan, kemudian mengurangi pengguna kendaraan sepeda motor, dan mengurangi kasus lakalantas," jelasnya. Menurut Sunyoto, warga Blora banyak yang bekerja di Grobogan. Kemudian, di Blora banyak sekolah-sekolah, rumah sakit. Di mana jika ada Trans Jateng, bisa bermanfaat bagi warga Blora. "Berdasarkan kajian untuk daerah Blora itu banyak sekali sekolahan-sekolahan, banyak warga Blora yang bekerja di Grobogan, sehingga Trans Jateng ini sangat dibutuhkan," paparnya.