Admin
29 Desember 2025
KEJAKSAAN NEGERI BLORA
Sebanyak 100 bantuan becak listrik mulai disalurkan ke para pengayuh lansia berumur diatas 55 tahun di Kabupaten Blora. Pendistribusian bantuan ini digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Minggu, 28 Desember 2025. Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan menjelaskan, becak listrik yang dibagikan itu berasal dari uang pribadi Presiden Prabowo seharga Rp22 juta per unit. "Satu unit sekitar Rp22 juta, jadi imbang lah dengan sepeda motor," ujarnya. Firman mengatakan, bantuan becak listrik ini telah menyasar sekitar 7.000 pengayuh lansia di seluruh Indonesia. Ia mengungkap, becak listrik tersebut diproduksi oleh dua perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT Dirgantara Indonesia dan PT Pindad. "(Kuota) Tidak terbatas, karena becak listrik ini menggunakan dana pribadi (Presiden Prabowo). Yang kendala hanya produksi yang terbatas. Ini menggunakan dua pabrikan, yaitu PT Pindad dan Dirgantara," terangnya.
Terkait alokasi tambahan bantuan becak listrik, pihaknya meminta Pemerintah Kabupaten Blora untuk mengajukan kembali. Sebab ia menjelaskan dua perusahaan BUMN tersebut masih terkendala produksi. "Kita upayakan koordinasikan kepada Kementerian Sekretaris Negara yang di Jakarta, karena beliau yang mengatur semuanya, karena tidak bisa kita full kan di Blora," katanya.
"Disini (Blora) yang membutuhkan 400-an (pengayuh lansia, red), mungkin yang didukung awal 100," sambung Firman. Sementara itu, Wakil Bupati Blora Sri Setyorini berharap alokasi bantuan becak listrik ini dapat bertambah. Ia mengklaim bahwa di Kabupaten Blora umumnya masih menggunakan becak. "Harapan kami kepada Bapak Presiden, untuk Blora mohon segera diberikan tambahan. Karena apa, penduduk di Blora rata-rata kendaraan umumnya adalah becak," harapnya.
Mengenai mekanisme lanjutan atau dukungan keberlangsungan becak, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Bupati Blora Arief Rohman. Bahkan terkait wisata becak malam, ia mengungkap juga menjadi fokus Pemkab Blora. "Agar laku, seperti kita gunakan kereta (dokar, red) itu nanti kita alih ke becak," ujarnya. Untuk jalur khusus becak listrik yang sebelumnya menjadi usulan dari yayasan GSN. Sri Setyorini menilai Kabupaten Blora masih masuk kota yang sepi atau tidak padat kendaraan. "Kalau saya lihat jalan Blora, saya kira aman-aman saja ya. Saya kira tidak perlu ada rute khususnya (untuk becak)," tandasnya.