Admin
23 Desember 2025
KEJAKSAAN NEGERI BLORA
ebagai bentuk solidaritas terhadap korban bencana banjir besar di wilayah Sumatera yang menewaskan lebih dari 1.000 orang dan mengakibatkan ratusan ribu pengungsi, Pemerintah Kabupaten Blora membuka sesi donasi peduli Sumatera dalam rangkaian resepsi Hari Jadi Kabupaten Blora pada 22 Desember 2025. Pemerintah daerah menunjukkan empati dan keprihatinan atas musibah yang melanda sejumlah provinsi di Sumatera dengan menggalang bantuan dana dari masyarakat yang hadir di acara tersebut.
Acara resepsi Hari Jadi yang berlangsung pukul 19.00 WIB di Alun-alun Blora tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk mengajak masyarakat bersolidaritas terhadap sesama warga negara yang terdampak bencana alam. Dalam kesempatan itu, Bupati Blora Arief Rohman secara terbuka menyampaikan rasa duka atas situasi di Sumatera dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta membantu meringankan beban korban melalui donasi yang dikumpulkan.
Selain penggalangan dana dalam acara itu, Baznas Kabupaten Blora sebelumnya juga telah membuka saluran donasi untuk korban banjir di Sumatera, memfasilitasi masyarakat yang ingin berdonasi melalui metode QRIS maupun secara langsung ke kantor Baznas. Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap bencana alam ini berjalan secara berkelanjutan dan tidak hanya bergantung pada satu kegiatan saja.
Tragedi banjir di Sumatera memang menyisakan dampak yang sangat besar: tidak hanya jumlah korban jiwa yang terus bertambah tetapi juga ratusan ribu pengungsi yang masih membutuhkan bantuan, termasuk di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat adanya ribuan korban hilang serta lebih dari setengah juta orang yang berada di tempat pengungsian, sehingga aksi solidaritas seperti yang digagas Pemkab Blora menjadi bagian penting dari upaya bantuan kemanusiaan yang lebih luas.
Langkah yang dilakukan Pemkab Blora ini juga mencerminkan semangat kebersamaan dan rasa kemanusiaan dalam situasi darurat bencana, di mana kerja sama antara pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat umum menjadi kunci untuk mempercepat bantuan yang dibutuhkan oleh para korban di wilayah terdampak.