Admin
23 Desember 2025
KEJAKSAAN NEGERI BLORA
Sebanyak 11 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blora terpaksa menghentikan operasionalnya sementara karena anggaran operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum cair, sehingga layanan program yang menyasar ribuan warga terganggu. Kondisi ini mulai terjadi dalam beberapa hari terakhir menjelang akhir tahun anggaran, dan jumlah dapur yang tidak beroperasi terus bertambah hingga mencapai 11 unit di seluruh kecamatan yang terlibat dalam program MBG.
Koordinator Wilayah SPPG Blora, Artika Diannita, menjelaskan bahwa penghentian operasional disebabkan belum masuknya dana dari BGN ke virtual account masing-masing dapur. Karena aturan terbaru program MBG tidak memperbolehkan penggunaan dana talangan pribadi atau sumber dana lain sebelum pencairan resmi, dapur yang sudah kehabisan saldo terpaksa menghentikan layanan. Dalam dua hari terakhir, jumlah dapur yang berhenti operasi terus bertambah karena kondisi belum cairnya anggaran tersebut.
Menurut Artika, penghentian operasional diperlukan karena mekanisme program mensyaratkan dana cair terlebih dahulu sebagai dasar pelaksanaan distribusi makanan bergizi yang dibagikan kepada masyarakat, terutama kepada kelompok prioritas seperti anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui. Skema pencairan dana dilakukan oleh BGN melalui sistem virtual account, sehingga dana yang belum masuk membuat dapur-dapur itu tidak memiliki sumber pembiayaan untuk bahan baku, tenaga kerja, maupun distribusi.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa saldo keuangan dapur yang belum menerima pencairan anggaran telah dinolkan sebagai bagian dari penyesuaian administrasi akhir tahun, yang menandakan bahwa operasional akan kembali berjalan normal setelah dana dari BGN cair, kemungkinan pada awal tahun anggaran berikutnya. Selama penghentian ini, dapur-dapur yang masih memiliki saldo dapat tetap memberikan layanan MBG kepada kelompok sasaran sesuai ketentuan, sementara dapur tanpa saldo harus menunggu pencairan agar dapat kembali beroperasi.
Fenomena ini mencerminkan tantangan dalam pelaksanaan program berskala nasional seperti MBG di tingkat daerah, di mana ketergantungan pada pencairan dana pusat menjadi faktor penting dalam kontinuitas layanan. Penghentian operasional sementara ini menjadi sorotan publik karena berdampak langsung terhadap akses masyarakat terhadap program gizi gratis yang semestinya berjalan berkelanjutan, terutama di masa liburan panjang seperti Natal dan Tahun Baru.