Admin
19 Desember 2025
KEJAKSAAN NEGERI BLORA
Pembangunan Pasar Ngawen di Kabupaten Blora kini resmi dimulai dengan pemasangan pondasi tiang pancang dan struktur cakar ayam sebagai tahap awal konstruksi pasar baru tersebut. Pekerjaan ini menandai langkah nyata dalam upaya pemulihan ekonomi lokal pasca kebakaran hebat yang melanda pasar lama pada 2024, yang menyebabkan kerugian besar bagi para pedagang setempat.
Proyek pembangunan Pasar Ngawen dibiayai dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan kontrak yang digarap oleh PT Joglo Multi Ayu senilai Rp30 miliar. Pekerjaan konstruksi mencakup periode pelaksanaan selama 240 hari kalender, serta masa pemeliharaan selama 360 hari kalender untuk memastikan kualitas hasil akhir sesuai standar.
Dalam tahap awal pembangunan ini, tim pelaksana telah memasang tiang pancang dan struktur cakar ayam yang berfungsi sebagai pondasi kuat untuk bangunan pasar. Proses tersebut melibatkan penggunaan alat berat seperti pile driver untuk menancapkan tiang pancang dan excavator untuk mengolah tanah serta struktur pondasi. Pengukuran lokasi juga dilakukan secara teliti untuk menentukan posisi peletakan pondasi yang tepat.
Sekitar 30 pekerja telah terlibat dalam pekerjaan awal ini, termasuk warga masyarakat setempat yang turut diikutsertakan sesuai kebutuhan proyek. Tim pelaksana juga memperhitungkan elevasi tanah dan pondasi pasar yang diratakan sekitar 30 centimeter lebih tinggi dari permukaan awal lokasi, guna mengantisipasi kondisi tanah dan drainase di area pembangunan.
Pihak pelaksana menyatakan optimistis bahwa pembangunan pasar ini akan selesai tepat waktu sesuai jadwal, dengan mempertimbangkan faktor cuaca dan ketersediaan tenaga kerja. Jika diperlukan tambahan tenaga, pelaksana siap menambah pekerja dengan melibatkan masyarakat sekitar secara proporsional.
Pembangunan kembali Pasar Ngawen tersebut menjadi harapan besar bagi pelaku usaha dan pedagang yang selama ini merasakan dampak ekonomi akibat kebakaran pasar sebelumnya. Pasar baru ini diharapkan dapat menghidupkan kembali aktivitas ekonomi lokal, memberikan ruang berjualan lebih layak dan aman, serta meningkatkan retribusi daerah dari sektor pasar yang sempat menurun drastis pascakebakaran.