Admin
18 Desember 2025
KEJAKSAAN NEGERI BLORA
Proyek peningkatan ruas Jalan Dalangan–Bedingin di Kabupaten Blora masih belum selesai meskipun tahun anggaran 2025 hampir berakhir. Jalan ini merupakan bagian dari satu paket dari 41 ruas jalan yang sedang ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora melalui skema pendanaan pinjaman daerah. Namun dari keseluruhan paket tersebut, ruas Dalangan–Bedingin menjadi salah satu yang belum mencapai target penyelesaian sesuai kontrak yang berlaku.
Kepala DPUPR Blora, Nidzamudin Al Hudda, mengakui bahwa pengerjaan jalan ini memang masih berjalan di lapangan, tetapi progresnya belum rampung menjelang akhir Desember 2025. Meski sebagian ruas jalan yang menjadi prioritas telah terselesaikan secara bertahap, kontraktor pelaksana masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaan teknis termasuk pengurugan, perataan badan jalan, serta pengaspalan yang menjadi bagian penting agar jalan dapat difungsikan secara optimal.
Faktor cuaca seperti intensitas hujan yang cukup tinggi turut memengaruhi ritme pengerjaan di lapangan. Hal ini membuat tim pelaksana harus menyesuaikan jadwal kerja agar tetap dapat mengejar target akhir tahun. Selain itu, kondisi teknis lapangan yang bervariasi juga menjadi tantangan tersendiri bagi kontraktor dan pengawas lapangan dalam menuntaskan pekerjaan sesuai standar teknis dan administratif.
Masyarakat setempat menyambut positif adanya upaya peningkatan ruas Dalangan–Bedingin, karena jalur ini merupakan salah satu akses penting untuk mobilitas warga serta distribusi hasil pertanian di kawasan tersebut. Namun, belum selesainya proyek hingga menjelang penutupan tahun anggaran menimbulkan harapan agar proses percepatan bisa dilakukan tanpa mengabaikan kualitas dan keselamatan pengguna jalan. Pengguna berharap agar jalan bisa segera ditempuh dengan aman dan nyaman pada awal 2026.
Belum rampungnya proyek Jalan Dalangan–Bedingin pada akhir tahun menunjukkan bahwa tantangan teknis dan alam tetap menjadi bagian dari dinamika pembangunan infrastruktur daerah. Meski demikian, percepatan penyelesaian sambil tetap menjaga kualitas konstruksi adalah hal yang penting agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat luas. Semoga evaluasi dan koordinasi antara kontraktor, DPUPR, serta pemangku kepentingan lainnya dapat mendorong penyelesaian proyek ini secara optimal di awal tahun 2026 — sehingga akses transportasi khususnya di wilayah Dalangan dan Bedingin menjadi lebih lancar, aman, dan memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi warga.