Admin
18 Desember 2025
KEJAKSAAN NEGERI BLORA
Pembangunan ruas Jalan Jepon-Bogorejo di Kabupaten Blora yang dibiayai dari APBD Kabupaten Blora tahun 2025 mengalami keterlambatan dari jadwal yang telah ditetapkan. Proyek betonisasi sepanjang sekitar satu kilometer ini dimulai pada 4 September 2025, dan berdasarkan isi kontrak, seharusnya sudah selesai pada 15 Desember 2025. Namun, hingga 17 Desember 2025, pengecoran jalan masih belum rampung dan material seperti padas atau tanah urug masih tersisa di atas badan jalan, sehingga pengerjaan belum mencapai tahap akhir dan belum bisa dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat.
Pekerjaan ini dipercayakan kepada CV Nara Djaja, namun progresnya sempat tersendat dan bahkan beberapa kali terhenti dalam beberapa pekan sebelumnya. Salah seorang anggota DPRD Blora yang berdomisili di Bogorejo mengatakan bahwa dalam dua minggu terakhir pengerjaan kembali dikebut, tetapi tetap belum memenuhi tenggat waktu kontrak yang telah disepakati. Keterlambatan ini mendapat sorotan karena warga sudah menantikan kondisi jalan yang lebih baik guna memperlancar mobilitas dan kegiatan ekonomi.
Kemacetan kendaraan juga menjadi dampak langsung di lokasi proyek, karena belum ada pengaturan lalu lintas yang optimal sementara pekerjaan masih berlangsung. Warga sekitar bahkan harus beradaptasi dengan kondisi tersebut, termasuk menunggu pekerjaan selesai demi kelancaran transportasi harian mereka.
Anggota DPRD juga menyoroti aspek administratif terkait denda keterlambatan yang tercantum dalam kontrak, dengan harapan bahwa sanksi tersebut bisa diterapkan secara tegas untuk mendorong penyelesaian pekerjaan sesuai standar. Hal ini disampaikan guna memastikan agar pengerjaan jalan tidak hanya cepat, tetapi juga berkualitas dan sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam kontrak.
Keterlambatan penyelesaian proyek Jalan Jepon-Bogorejo menjadi pengingat bahwa perencanaan dan pengawasan yang cermat sangat penting dalam pelaksanaan proyek infrastruktur publik. Masyarakat berharap agar proyek tersebut selesai sebelum tahun baru agar bisa langsung dimanfaatkan untuk kelancaran transportasi. Pemerintah dan kontraktor harus bekerja lebih intensif dalam menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat, dengan tetap menjaga mutu serta memperhatikan keselamatan pengguna jalan selama proses pembangunan. Semoga percepatan yang dilakukan dapat segera menghadirkan jalan yang layak, aman, dan bermanfaat bagi seluruh warga Blora.