Admin
18 Desember 2025
KEJAKSAAN NEGERI BLORA
Di Kabupaten Blora, jutaan kilogram pupuk bersubsidi yang dialokasikan untuk mendukung kebutuhan pertanian sepanjang tahun 2025 masih tersimpan di gudang milik Pupuk Indonesia, dan belum terserap seluruhnya oleh petani. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) setempat, yang menjelaskan bahwa meskipun alokasi pupuk subsidi telah didistribusikan ke gudang untuk digunakan petani, jumlah yang benar-benar diambil atau dimanfaatkan masih jauh di bawah alokasi yang tersedia.
Fenomena ini terjadi meskipun Kabupaten Blora menerima alokasi pupuk bersubsidi yang besar untuk mendukung produktivitas pertanian — seperti urea, NPK, dan pupuk organik — yang didasarkan pada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dari kelompok tani sesuai kebutuhan tanaman pangan seperti padi dan jagung. Pada 2025, alokasi pupuk bersubsidi di Jawa Tengah sendiri mencapai ratusan ribu ton, dengan Blora sebagai salah satu daerah penerima.
Tingginya stok pupuk yang belum terserap ini menarik perhatian petani dan pengamat pertanian. Beberapa petani mengaku belum melakukan penebusan pupuk subsidi, meskipun stok di gudang tersedia, kemungkinan karena beberapa faktor seperti ketidakcocokan waktu tanam, perubahan pola tanam, atau perencanaan penggunaan pupuk yang belum sinkron dengan pasokan. Tidak terserapnya pupuk bersubsidi ini dapat menyebabkan stok menumpuk dan berisiko kedaluwarsa atau menjadi beban gudang jika tidak segera didistribusikan dan dimanfaatkan.
Para penyuluh pertanian di daerah biasanya berperan dalam mendampingi petani agar penebusan pupuk subsidi sesuai jadwal musim tanam — tetapi kendala dalam penyerapan pupuk di Blora mengingatkan pentingnya koordinasi antara kelompok tani, toko distribusi, dan Dinas Pertanian untuk memastikan pupuk subsidi tidak hanya tersedia, tetapi juga tepat waktu ditebus dan digunakan demi peningkatan produktivitas pertanian.
Kondisi jutaan kilogram pupuk bersubsidi yang belum terserap di Blora menjadi pengingat bahwa ketersediaan stok saja belum cukup menjamin optimalnya pemanfaatan bantuan pemerintah. Perlu ada pendampingan yang lebih intensif, sinkronisasi jadwal tanam, dan penguatan kelompok tani agar stok pupuk yang tersedia bisa benar-benar dimanfaatkan sesuai kebutuhan musim tanam. Dengan begitu, subsidi pupuk tidak hanya tersimpan di gudang, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata dalam peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di Blora.