Admin
12 Desember 2025
KEJAKSAAN NEGERI BLORA
Kasatreskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin mengungkap kronologi sementara delapan anak yang hanyut dan tenggelam di Sungai Lusi, tepatnya di Kelurahan Beran, Kecamatan Blora, Kamis, 11 Desember 2025. la menjelaskan, sebelumnya sebanyak 60 anak mengunjungi rumah ustadnya karena saat ini tengah masa selesai ujian. Delapan anak tersebut diduga berpisah dengan rombongan untuk bermain di dekat Sungai Lusi. "Keterangan dari ustad nya anak-anak suka mencari kerang saat kondisi sungai mengering," tuturnya. AKP Zaenul juga menjelaskan bahwa anak-anak tersebut bermain tanpa sepengetahuan ustadnya maupun orang dewasa lainnya. Mereka disebut sudah biasa mencari kerang saat Sungai Lusi dangkal. "Menurut keterangan, setelah Pak Ustad tahu langsung menuju sungai, sesampainya malah sudah kejadian," terangnya.
Saat ini proses penyisiran masih dilakukan di Sungai Lusi, baik dari BPBD, Polres, Kodim, hingga masyarakat setempat. Sementara itu, Polres bersama BPBD Blora juga memantau debit air Sungai Lusi di Bendungan Dluwangan, Kaliwangan, Blora. Sementara itu, Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto mengatakan dua korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sebelumnya, tiga anak berhasil diselamatkan dalam kondisi masih hidup. Sehingga saat ini total korban yang masih dalam pencarian sebanyak tiga anak. "Korban hanyut ada 8 anak dengan 3 selamat. Lalu dari 5 korban hilang, sekarang sudah ditemukan 2," ujarnya. la menjelaskan korban meninggal pertama yang ditemukan berjarak 200 meter dari titik kejadian dan 20 meter dari tiga anak yang berhasil selamat. Sementara korban meninggal kedua berjarak 600 meter dari titik kejadian.
8 Santriwati Hanyut di Sungai Lusi Blora, 3 Ditemukan Selamat
Untuk mencari tiga korban lainnya, pihaknya menyiapkan posko gabungan di Bendungan Dluwangan, Kelurahan Jetis, Kecamatan Blora Blora. "Nanti kita mendirikan posko gabungan di Bendungan Dluwangan, kita maksimalkan sampai seluruh korban ditemukan," katanya.