Admin
12 Desember 2025
KEJAKSAAN NEGERI BLORA
Sebanyak tiga dari delapan santriwati yang dilaporkan hilang akibat hanyut di Sungai Lusi, tepatnya di Kelurahan Beran, Kecamatan Blora, berhasil ditemukan dalam kondisi masih hidup pada Kamis, 11 Desember 2025. Kapolsek Blora, AKP Rustam mengatakan proses pencarian masih dilakukan. Kini lima anak lainnya yang merupakan santriwati di Pondok Pesantren Al-Maun masih dalam pencarian di Sungai Lusi. "Kami langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Alhamdulillah tiga anak berhasil ditemukan dalam kondisi sadar, meskipun masih mengalami trauma," ujarnya. la menambahkan pihaknya juga masih menyelidiki kronologi awal para santriwati tersebut bisa terseret arus Sungai Lusi. "Ini masih kami dalami. Ketiga korban selamat belum bisa dimintai keterangan karena masih syok," jelasnya.
AKP Rustam juga mengimbau warga Blora agar lebih waspada saat beraktivitas di area sungai, mengingat curah hujan tinggi beberapa hari terakhir membuat debit air meningkat. "Untuk sementara hindari bermain di sungai. Volume air sedang tinggi dan berpotensi membahayakan, tegasnya. Sementara itu, Adit, warga sekitar lokasi kejadian mengatakan bahwa para santri awalnya berkunjung ke rumah gurunya yang berada tak jauh dari bantaran Sungai Lusi. Menurutnya, warga kaget saat mendengar teriakan beberapa santri yang melihat rekannya terseret arus. "Setelah itu warga langsung menuju sungai untuk membantu penyelamatan dan menghubungi pihak kepolisian," tuturnya.