Admin
11 Desember 2025
KEJAKSAAN NEGERI BLORA
Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, melakukan langkah strategis untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi investasi Kabupaten Blora kepada pelaku usaha nasional dalam sebuah Business Meeting Kabupaten Blora 2025 yang digelar di Best Western Senayan, Jakarta. Kegiatan yang bertema Strategi Promosi Investasi Blora ini menjadi ajang penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat jejaring dengan dunia usaha, sekaligus menempatkan Blora sebagai daerah yang ramah investasi dan siap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah. Dalam pertemuan tersebut hadir sejumlah tokoh penting seperti pimpinan dari HIPMI, Kadin Blora, pakar bisnis dari Kadin Jawa Tengah, serta jajaran pimpinan DPRD dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mendukung upaya percepatan investasi di daerah.
Dalam presentasinya di hadapan para pengusaha, Bupati Arief Rohman memaparkan bahwa realisasi investasi di Kabupaten Blora selama Januari hingga September 2025 telah mencapai angka sekitar Rp 1,6 triliun, yang bersumber dari berbagai sektor seperti industri makanan, tanaman pangan, perkebunan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan mineral logam. Ia menegaskan bahwa Blora memiliki sejumlah keunggulan strategis yang layak untuk dilirik oleh investor, termasuk potensi gas bumi yang besar, yang menurutnya dapat dikembangkan sebagai pusat energi yang mendukung kawasan industri. Selain itu, sektor peternakan Blora yang memiliki populasi sapi terbesar di Jawa Tengah dinilai memiliki peluang besar untuk pengembangan hilirisasi produk daging sapi, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dan memperkuat ekonomi lokal.
Tak hanya itu, Bupati juga menyoroti kekuatan Blora di sektor pangan, di mana kabupaten ini tercatat sebagai salah satu penghasil padi dan jagung terbesar di provinsi. Kombinasi produksi jagung yang melimpah dengan populasi sapi yang besar menjadi modal kuat untuk menarik investor di sektor industri pakan ternak, termasuk rencana pembangunan pabrik pakan ternak di wilayah Blora. Langkah ini diyakini dapat memperkuat ekosistem pertanian dan industri lokal sekaligus menciptakan nilai tambah lebih besar bagi masyarakat. Selain potensi sektor energi dan pangan, Arief Rohman juga menyampaikan rencana pengembangan kawasan industri baru di wilayah Blora–Cepu, yang dianggap strategis karena memiliki dukungan energi, aksesibilitas yang baik, serta kedekatan dengan kawasan industri di Jawa Timur. Rencana ini akan dilanjutkan dengan konsultasi kepada instansi terkait seperti Kementerian Kehutanan karena wilayah ini sebagian besar merupakan kawasan hutan dengan tujuan khusus.
Business Meeting tersebut bukan hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga momen bagi Pemkab Blora untuk memperkuat posisi daerah sebagai tujuan investasi yang kompetitif dan menarik. Dengan potensi sumber daya alam yang beragam, mulai dari energi, pertanian, hingga peternakan serta rencana pengembangan industri skala lebih besar, pemerintah daerah berharap dapat menarik lebih banyak investor nasional untuk berinvestasi di Blora. Harapan ini juga sejalan dengan upaya meningkatkan kegiatan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Blora.