Admin
11 Desember 2025
KEJAKSAAN NEGERI BLORA
Amblesan tanah di Kelurahan Cepu, Kecamatan Cepu makin meluas, korban diungsikan ke rusunawa. Dari semula berdampak pada 16 rumah, kini ada 23 rumah terkena. Kepala Pelaksana BPBD Blora, Mulyowati menyebut akibat bencana tanah ambles itu awalnya ada 16 rumah. Kemudian bertambah lagi 7. Sehingga total 23 rumah. Pihaknya menyebut lokasi itu berada di dua titik. Yakni di RT 04 RW 08 dan RT 03 RW 08 Kelurahan Cepu, Kecamatan Cepu. "Untuk RT 04 RW 08 ada 16 rumah yang terdampak," katanya. Kemudian pada Jumat (5/12) beberapa rumah kembali rusak akibat amblesan. Yakni di RT 03 RW 08. "Di RW 08 RT 03 ada 7 rumah. Ada yang 3 lantai dan dinding retak-retak," paparnya.
Mengantisipasi amblesan terus meluas, terlebih musim hujan, warga saat malam diimbau untuk ke rusun. Meski demikian, saat siang warga masih bisa kembali ke rumah. Menurutnya sejak awal sudah ada mitigasi. Warga sempat diminta pindah ke Wonorejo. Namun tidak semua berkenan. Bahkan ada yang dijual. "Artinya tidak salah pemerintah," imbuhnya. Tanah yang ditempati warga yang ambles itu bukan SHM. Melainkan tanah milik Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Migas. "Warga tuntutannya minta diperbaiki tapi boleh gak dari PPSDM nah itu kita yang belum bisa. Kan harus ada ke 2 belah pihak karna bukan tanah pribadi," paparnya. Sementara satu tanah pribadi sudah ditangani Baznas. Dapat bantuan renovasi. Menurutnya tanah di lokasi tersebut tanah labil. Sebab semula tumpukan sampah yang diuruk dan kemudian ditempati.