Admin
10 Desember 2025
KEJAKSAAN NEGERI BLORA
Menurut data terakhir per akhir November 2025, realisasi penggunaan Pemerintah Kabupaten Blora (APBD 2025) baru mencapai sekitar 75 persen dari total anggaran.
Dari seluruh perangkat daerah (OPD), pencapaian tertinggi penyerapan anggaran dicatat oleh Satpol PP Blora. Sebaliknya, yang paling rendah adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Blora (PUPR), yang sampai laporan terakhir menyerap jauh di bawah rata-rata — sekitar 30 persen dari pagu anggarannya.
Pihak pengelola anggaran, BPPKAD Blora, menyatakan bahwa banyak pekerjaan fisik — terutama proyek infrastruktur yang ditangani PUPR — masih dalam proses. Uang muka baru dicairkan sebagian (sekitar 30 persen), sehingga pembayaran penuh belum diselesaikan, dan itu memengaruhi serapan anggaran secara keseluruhan.
Meskipun demikian, BPPKAD optimistis bahwa memasuki bulan Desember 2025 realisasi anggaran akan meningkat signifikan. Mereka berharap serapan bisa menyentuh lebih dari 95% sebelum tahun anggaran ditutup.
Rendahnya serapan APBD — terutama di Dinas PUPR — patut menjadi perhatian: proyek infrastruktur menumpuk, pertanyaan soal efektivitas pengelolaan anggaran, dan kemungkinan tertundanya manfaat bagi masyarakat. Di saat yang sama, pencapaian serapan 75% menunjukkan bahwa sebagian anggaran belum terserap, artinya ada potensi dana mengendap jika tidak dioptimalkan. Harapannya, langkah percepatan fisik dan administrasi di bulan akhir akan menjawab tantangan ini — agar anggaran benar-benar berfungsi untuk pembangunan dan pelayanan publik di Blora.