Admin
10 Desember 2025
KEJAKSAAN NEGERI BLORA
Dinas Kesehatan Kabupaten Blora (Dinkes Blora) mengungkap hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan air dari penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) di Blora — SPPG Karangjati I. Hasil uji menunjukkan adanya kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli) pada makanan (ayam woku, tumis pakcoy & wortel, buah melon) serta air dapur.
Insiden terjadi setelah 810 siswa dari tiga sekolah — SMPN 1 Blora, SMP Kristen Blora, dan SMP Katolik Blora — menerima paket MBG pada 25 November 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 444 siswa menunjukkan gejala keracunan: sakit perut, diare, mual, muntah, demam, dan pusing. Lima siswa harus dirawat inap (empat di Rumkitban, satu di RSUD Blora), 117 menjalani rawat jalan, dan 322 lainnya mengalami gejala ringan.
Menurut Dinkes Blora, penyebab utama kontaminasi adalah proses pengolahan makanan yang tidak memenuhi standar: pemasakan tidak sempurna, pencucian bahan buruk, serta penggunaan air dapur dengan kualitas rendah — sehingga bakteri E. coli tidak mati dan tetap berkembang.
Pemerintah daerah pun segera menghentikan sementara operasional dapur SPPG Karangjati I dan menarik distribusi MBG, sambil menunggu keputusan dari instansi pusat terkait izin operasional. Dinkes Blora juga menegaskan akan memperketat pemeriksaan kesehatan lingkungan ke seluruh dapur penyedia MBG.
Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa program bantuan pangan seperti MBG tidak boleh hanya berhenti pada niat baik — aspek kebersihan, sanitasi, dan pengolahan makanan standar harus menjadi prioritas utama. Kejadian keracunan massal terhadap ratusan siswa di Blora menunjukkan bahwa kontrol mutu dan pengawasan sanitasi lingkungan adalah hal krusial. Semoga langkah pengetatan pengawasan dan perbaikan prosedur dapur dapat segera dijalankan agar kepercayaan publik terhadap program MBG bisa pulih — serta anak-anak penerima aman dan sehat.