Admin
09 Desember 2025
KEJAKSAAN NEGERI BLORA
Hasil laboratorium sampel makanan yang diduga menjadi penyebab 444 siswa keracunan di SMP Negeri 1 Blora, Smp Kristen Blora dan SMP Katolik Blora sudah keluar. Dari hasil sampel makanan yang didistribusikan SPPG Karangjati 1 pada Selasa (25/11) tenyata mengandung bakteri E coli. Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Nur Betsia Bertawati mengatakan, hasil laboratorium dari sampel makanan yang dikirim itu sudah keluar hasilnya pada Kamis (4/12). Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan jenis bakteri eschericia coli (E coli) pada makanan dan air saat pengolahan. “Hasil laboratorium bakterologis air dan makanan itu menunjukkan ada keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri E coli yang terkandung dalam makanan ayam, sayur pakcoy wortel, dan buah melon. Kemungkinan keracunan makanan ini diakibatkan oleh pengolahan makanan yang tidak sempurna dan masih memungkinkan bakteri untuk tetap hidup dan berkembang di dalam makanan,” jelasnya.
Pihaknya menyampaikan, bakteri E coli itu yang menyebabkan sebanyak 810 siswa yang makan, hanya 444 siswa mengalami gejala sakit perut, diare, mual, muntah, demam dan pusing. Untuk jumpah siswa yang dirawat di rumah sakit sebanyak 5 orang. Empat di Rumkitban dan 1 RSUD Blora, sebanyak117 rawat jalan dan 322 siswa gejala tanpa perawatan. “Bakteri E coli kalau dalam jumlah batas normal itu bakteri yang baik. Sedangkan jika melebihi batas dia akan mengeluarkan racun yang bisa mengakibatkan sakit. Ditemukan juga air tower yang digunakan untuk mencuci dan memasak itu mengandung e coli,” ungkapnya.
Pihaknya mengaku, dapur SPPG Karangjati 1 masih tutup sejak ada kejadian keracunan. Tugas dinas kesehatan hanya terbatas dalam penyelidikan epidemologi keracunan makanan. “Hasilnya sudah kami laporkan ke tim satgas MBG kabupaten dan korwil SPPG untuk selanjutnya hasil nanti akan dilaporkan ke BGN,” katanya. Kepala Korwil SPPG Blora Artika Diannita menyampaikan, untuk hasil pemeriksaan sampel makanan dari laboratorium sudah dilaporkan kepada BGN. Untuk hasil pencabutan operasional dapur masih menunggu keterangan BGN pusat. “Untuk dapur masih berhenti sejak kejadian keracunan, sedangkan untuk dana yang sudah cair akan dikembalikan ke BGN. Untuk penerima manfaat yang jumlahnya 3416 itu tidak menerima MBG. Kami menghimbau kepada seluruh dapur untuk selalu meningkatkan pemeriksaan dan berhati-hati apabila ada kandungan bakteri ya segera diganti,” tuturnya.