Admin
05 Desember 2025
KEJAKSAAN NEGERI BLORA
Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora menggelar acara prosesi jamasan (pencucian) sejumlah pusaka milik Pemerintah Kabupaten Blora, Kamis (04/12/2025).
Bupati Dr. H. Arief Rohman menyerahkan pusaka milik Pemerintah Kabupaten Blora Keris kiai bismo dan sejumlah keris lainnya kepada panitia penjamasan. Sebelum pelaksanaan jamasan juga diadakan hajatan dengan sejumlah tumpeng, jajan pasar, bubur abang, ingkung, sayur lodeh. "Prosesi ini bukan semata ritual adat, melainkan juga nguri-uri dan penghormatan terhadap warisan leluhur, nilai-nilai sejarah, budaya dan kebangsaan yang mengakar di Bumi Blora," ucap Bupati Arief Rohman. Melalui jamasan pusaka, Bupati meneguhkan kembali komitmen untuk melestarikan dan menghormati budaya.
"Pusaka adalah saksi bisu perjalanan panjang Blora, dari masa pra-kolonial, kerajaan, hingga republik. Merawat pusaka berarti merawat identitas dan jati diri Blora," tuturnya. Bupati Arief Rohman juga mengajak seluruh generasi, tua dan muda, ASN, tokoh masyarakat, pelajar, untuk menghormati kaum pendahulu, memperkuat persatuan dan semangat gotong-royong, serta bekerja bersama membangun Blora yang lebih baik. "Semoga dengan penjagaan pusaka dan semangat kebersamaan ini, Kabupaten Blora semakin aman, makmur, sejahtera, dan menjadi kebanggaan kita semua," pungkasnya. Prosesi jamasan pusaka Kiai Bismo dan benda pusaka lainnya dilakukan di pendopo Kabupaten Blora oleh petugas khusus penjamas setelah keris pusaka dikeluarkan dari ruang penyimpanan.
Keris Kiai Bismo merupakan pusaka peninggalan Bupati Blora terdahulu yang diwariskan turun temurun kepada Bupati selanjutnya. Piranti jamasan pusaka yang diperlukan antara lain kembang setaman yang terdiri dari 5 macam bunga, yaitu mawar merah, melati, kanthil, mawar putih, dan kenanga. Selain itu, juga diperlukan pewangi dengan bahan dasar bunga melati atau kayu cendana, jeruk nipis, atau belimbing wuluh. Nampan atau baki, menyan (kemenyan) atau dupa (ratus), kelapa, kain mori sekitar 1-2 meter, tikar, dan sikat gigi yang baru juga diperlukan. Setelah dijamas, pusaka dijemur hingga beberapa waktu. Pada prosesi jamasan, diperlukan warangan, sejenis bahan kimia yang berguna membersihkan permukaan besi tosan aji (pusaka) dan mempertajam pamor benda pusaka itu sendiri. Sesudah dipoles dengan warangan, guratan estetis batu meteor atau pamor dan inti baja pada benda pusaka akan menjadi tampak jelas dan terlihat kontras, sehingga mudah dibaca dan dipahami apa arti pamor benda pusaka tersebut. Hari Jadi Kabupaten Blora diperingati setiap 11 Desember. Berdasarkan agenda kegiatan dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Blora ke-276, malam nanti akan dilaksanakan Kirab Pusaka atau Temu Gelang yang diikuti Bupati, Wakil Bupati, DPRD, Forkopimda, Sekda, Staf Ahli, Kabag, Kepala OPD, Camat se Blora dan Lurah di wilayah Kecamatan Blora.(red/toh)