Admin
03 Desember 2025
KEJAKSAAN NEGERI BLORA
Optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dan pendapatan sektor migas jadi solusi di tengah penurunan transfer dari pusat (TKD). Sebab 2026 Blora kehilangan Rp 370 miliar. Bupati Blora Arief Rohman mengungkapkan bahwa 2026 mendatang terjadi penurunan TKD dari pusat, sehingga perlu adanya langkah-langkah penyesuaian. "Menyikapi penurunan TKD tentunya kami sepakat dengan fraksi gabungan bahwa perlu adanya optimalisasi PAD, optimalisasi penurunan pajak, dan juga masukan yang lainnya, termasuk terkait dengan BUMD,” terang Bupati. Selain itu potensi pendapatan dari sektor migas juga akan dimaksimalkan. Sebab hal itu potensi sumber daya alam (SDA) yang dimiliki Blora. “Terkait dengan potensi pendapatan di sektor migas, ini tentunya akan menjadi catatan untuk kita ke depan,” tambahnya.
Lanjut Bupati, terkait dengan potensi PAD dari BUMD Kabupaten Blora, BUMD Energi, juga menjadi perhatian untuk bisa dikawal bersama-sama. Lalu beberapa infrastruktur jalan yang masih perlu untuk perbaikan juga akan menjadi perhatian, termasuk opsi skema pembiayaannya untuk melanjutkan pembangunanya. “Selain dari pinjaman daerah, juga Inpres jalan daerah. Dan nanti tahun 2026 kita akan usulkan lagi, semoga beberapa ruas yang lain bisa kita usulkan melalui skema Inpres jalan daerah,” jelas Bupati. Termasuk untuk jalan yang menjadi akses masyarakat di pelosok desa-desa juga akan diupayakan untuk ditangani, baik melalui program TMMD atau skema lain.
Kemudian berkaitan dengan dan kinerja OPD, pihaknya akan terus mengevaluasi, mengawal dan mendorong agar kinerja dari OPD bisa lebih efektif lagi. Sejalan dengan hal itu, peningkatan profesional ASN akan terus dilakukan. “Kita akan terus upaya bagaimana kinerja ASN kita ini ke depan akan terus ditadami dan kita tingkatkan,” imbuhnya. Dari sektor pertanian, Pemkab akan terus berusaha agar petani bisa dengan mudah memperoleh alat pertanian dan sebagainya. Pihaknya kedepan akan terus bersinergi dan mengusulkan baik ke Kementerian maupun ke Provinsi. Pihaknya juga menaruh perhatian terhadap pengembangan agroindustri.
Kemudian terkait program MBG, Satgas MBG Kabupaten Blora akan terus melakukan pengawasan agar program tersebut bisa berjalan dengan baik. “Tentunya Satgas MBG yang diketuai oleh Wakil Bupati, Bu Wakil sudah berupaya untuk pengawasan ini. Kedepan kami minta dukungannya untuk kita bersama-sama mengawasi tentang pelaksanaan MBG yang ada di Kabupaten Blora,” paparnya. Adapun masukan dan saran dari DPRD Kabupaten Blora yang disampaikan dalam pandangan fraksi tersebut akan dijadikan pedoman untuk pembangunan kedepannya. “Sudah kami catat dan akan kami jadikan perdoman untuk pelaksanaan pembangunan Kabupaten Blora ke depan,” ungkap Bupati.