Admin
03 Desember 2025
KEJAKSAAN NEGERI BLORA
Yannanta Laga Kusuma, Kepala Desa Bangsri, Jepon, Blora punya cara unik dalam mendesain balai desa agar tetap oke tetapi hemat biaya. Kini, ruangan kerja dipenuhi barang jadul dan serba klasik. Mulai dari papan iklan masa lampau hingga telepon koin. Balai Desa Bangsri seakan mampu menghadirkan suasana masa lampau. Bangunan ini dipenuhi dengan hiasan-hiasan antik. Ornamen-ornamen itu bisa dilihat pada jendela berbahan kayu yang menjadi tembok di salah satu sudut ruangan tersebut.
Papan-papan iklan era dua atau tiga dekade yang lalu menyesaki dinding ruangan. Belum lagi, ada tambahan ornamen telepon umum, jam dinding, biola, televisi, dan radio, hingga mesin tik, yang semuanya serba klasik. Sementara itu, meja penjahit juga tampak berjajar di antara meja-meja kayu sebagai tempat kerja perangkat desa dan kepala desa. Nuansa ini bisa mengingatkan memori ke masa beberapa puluh tahun yang lalu. Dengan konsep jadul, ruangan ini tetap sejuk dan nyaman digunakan sebagai tempat bekerja ataupun melayani tamu, baik itu warga setempat maupun pengunjung.
Sebut Biaya Lebih Murah
Konsep ruang kerja jadul itu diinisiasi Kepala Desa Bangsri, Yannanta Laga Kusuma. Pria yang hobi olahraga balap motor itu mengaku ruang kerja ini ia tata belum ada setahun. Menurutnya, konsep jadul seperti ini jauh lebih terjangkau jika dibandingkan dengan anggaran pembangunan pada umumnya. Untuk membuat ruangan kerja tersebut, dirinya hanya mengeluarkan anggaran sekitar Rp 40 juta. "Jadi memang awalnya saya kan juga orang seni suka jadul-jadulan. Jadi biasanya sih ya, biasanya, kalau bangun balai desa itu kan habisnya ratusan juta bahkan sampai miliaran rupiah," katanya saat ditemui, Senin (1/12/2025). "Kalau kita kan menggunakan anggaran sedikit dari PAD (pendapatan asli desa), tapi hasilnya kan bisa semaksimal ini, kan bisa nyaman," imbuhnya.
Cari Barang Jadul Gampang-gampang Susah
Menurutnya, untuk mendapatkan barang-barang jadul seperti papan iklan, juga tidak begitu susah. "Gampang-gampang susah lah. Tapi ya alhamdulillah kita banyak teman-teman yang jual barang-barang jadulan," kata dia. Desain yang unik itu memang ditujukan agar dapat melayani masyarakat dengan nyaman. "Desainnya kayak kafe di kota-kota kan," ujar dia. Laga menambahkan, ruang kerja dengan konsep seperti ini juga sempat viral di media sosial dan menjadi lokasi yang diburu warganet untuk berfoto. "Iya, ini juga digunakan untuk spot foto. Spot-spot foto yang dalam waktu pelayanan, terus kemudian karena kemarin viral banyak yang wisata ke Noyo Gimbal View itu mampir ke sini," terang dia.