Admin
02 Desember 2025
KEJAKSAAN NEGERI BLORA
Bupati Blora, Arief Rohman, menghentikan sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangjati 1 Blora. Penghentian ini merupakan tindaklanjut peristiwa keracunan 204 siswa SMPN 1 Blora usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) pada Selasa (25/11/2025). “Sudah kita tangani. SPPG kita sanksi hentikan sementara untuk evaluasi,” kata Arief seusai MoU dan PKS antara Kejaksaan dan Pemerintah Daerah se-Jateng di Gedung Gradhika Semarang, Senin (1/12/2025).
Kendati demikian, Arief belum tahu penghentian sementara SPPG Karangjati 1 Blora bakal berlangsung berapa lama. Namun, terkait evaluasi standarisasi, bakal digenjarkan selama sepekan ini. “Berapa lama belum tahu. Tapi seminggu ini kita evaluasi menyeluruh. Sehingga pelaksanaan MBG di SMPN 1 Blora kita tangguhkan dulu,” ucapnya. Atas insiden keracunan di SMPN 1 Blora, Arief mengimbau SPPG lainnya untuk berhati-hati saat menyiapkan menu MBG. Bila perlu, menu yang akan disajikan konsultasikan terlebih dahulu ke sekolah penerima manfaat masing-masing. “Berikan yang terbaik kepada siswa. Kalau perlu menunya konsultasikan ke sekolah, biar mereka [sekolah] punya piluhan untuk disajikan,” pesannya.
Sedangkan untuk 20 siswa yang sebelumnya menjalani perawatan di RS DKT Blora, Arief menyatakan seluruhnya sudah dalam kondisi membaik. Bahkan, mereka semua disebut sudah dipulangkan. “Anak-anak sudah pulang semua. [Biaya perawatan?] Ditanggung SPPG,” ucapnya. Diberitakan sebelumnya, Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin alias Gus Yasin, bakal melakukan evaluasi terhadap dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi di Kendal dan Blora. Dinas kesehatan (Dinkes) setempat juga dikerahkan untuk mencari tahu penyebab pasti keracunan dari program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu. “SPBG yang [membuat] keracunan kita akan meninjau, nanti kita evaluasi,” kata Gus Yasin seusai rapat paripurna di Gedung DPRD Jateng, Jumat (28/11/2025). Kendati akan evaluasi, Gus Yasin mengaku belum meneripa detail informasi terkait keracunan di Blora maupun Kendal. Namun, ia akan memerintahkan Dinkes Jateng dan Tim Percepatan MBG memberi perhatian serius terhadap kasus ini. “Kita masih belum dapat laporan. Nanti setelah dapat laporan, akan disampaikan,” ucapnya.